MATERI OPERASI FILE
MATERI OPERASI FILE
Kali ini saya akan membahas sekilas tentang materi operasi file.
Struktur File
Kebanyakan
program melibatkan media disk sebagai tempat untuk membaca atau merekam
data. Data sendiri disimpan dalam disk dalam bentuk suatu kesatuan yang
disebut file. Suatu file merupakan organisasi dari sejumlah record.
Tahapan Operasi File
Operasi pada file pada dasarnya
meliputi tiga tahapan, yaitu :
1. Membuat file
2.
Membuka/mengaktifkan file
3.
Melaksanakan proses file
4.
Menutup file
Fungsi Fungsi dalam Operasi File
- fopen() digunakan untuk mengaktifkan file sebelum file tersebut dapat diakses(dibaca atau ditulis).
Contoh penggunaannya adalah : pf =
fopen(“COBA.TXT”,”w”);
- fclose() digunakan untuk menutup file yang sudah tidak diproses lagi. Hal ini perlu jika melakukan pemrosesan file yang jumlahnya lebih dari satu sedangkan terdapat keterbatasan jumlah file yang dapat bekerja serentak.
Contoh penggunaannya adalah : fclose(FILE*pf);
- fscan() digunakan untuk membaca kembali file yang sebelumnya telah disimpan dengan menggunakan fprintf().
Contoh penggunaannya adalah : fscanf(pkoord, “%5d %5d
\r\n”, koord.x, koord.y);
- fprintf() digunakan untuk mencetak file yang sedang di proses ke dalam printer. Selain itu juga dapat digunakan untuk menyimpan file dalam keadaaan diformat.
Contoh penggunaannya adalah :
fprintf(piranti_keluaran,“%s\r”, string);
- fgets() digunakan untuk membaca string dari file sampai ditemukannya karakter baris baru ‘\n’ atau setelah (n-1) karakter, dengan n adalah panjang maks string yang dibaca.
Contoh penggunaannya adalah : *fgets(char *s, int n,
FILE *stream);
- fputs() digunakan untuk menyimpan string str ke dalam file
Contoh penggunaannya adalah : fputs(string,
pf_output);
- fgetc() digunakan untuk membaca sebuah karakter yang ada pada file file. Keluaran fungsi ini berupa nilai int dari sebuah karakter yang dibaca dari file.
Contoh penggunaannya adalah : fgetc(FILE *stream);
- fputc() digunakan untuk menyimpan sebuah karakter pada sebuah file. Fungsi ini akan mengembalikan.
Contoh penggunaanya adalah : fputc(int c, FILE
*stream);
- fread() digunakan untuk membaca data file dalam bentuk kesatuan blok(sejumlah byte).
Contoh penggunaannya adalah : fread(&buku,
sizeof(buku), JUM_BLOK, f_struktur = = JUM_BLOK );
- fwrite() digunakan untuk menyimpan data file dalam bentuk kesatuan blok. Misal digunakan untuk menyimpan data bertipe float atau data bertipe struct.
Contoh penggunaannya adalah : fwrite(&buku,
sizeof(buku), 1, f_struktur);
- fseek() digunakan untuk keperluan pengaksesan secara random.
Contoh penggunaannya adalah : fseek(pf, 3, SEEK_SET);
- feof()
digunakan untuk menampilkan isi file. Tetapi lebih berfungsi untuk
mendeteksi akhir file.
Contoh penggunaannya adalah : if(feof(pf) != NULL) break;
1.
Membuat file :
Untuk membuat sebuah file yang kita
perlukan hanyalah menggunakan fungsi FILE yang dilanjutkan pointer
nama variabel file tersebut, FILE *nama variabel;.
contohnya yaitu :
FILE *data;
2.
Membuka file :
Untuk membuka sebuah file dibutuhkan
sebuah fungsi fopen, directory serta nama file dan mode file, nama
variabel file = fopen("nama file", "mode file");.
Contohnya :
data = fopen("data.txt", "r");
Jenis operasi file dapat berupa
salah satu di antara mode berikut :
- r : menyatakan file hanya akan dibaca. Dalam hal ini, file yang akan diproses haruslah sudah ada dalam disk.
- w : menyatakan bahwa file baru diciptakan. Selanjutnya operasi yang akan dilakukan terhadap file adalah operasi perekaman data. Seandainya file tersebut sudah ada dalam disk, isinya yang lama akan terhapus.
- a : untuk membuka file yang sudah ada dalam disk, dan operasi yang akan dilakukan adalah penambahan data pada file. Data baru akan ditempatkan di bagian belakang dari file. Seandainya file belum ada, secara otomatis file akan diciptakan terlebih dahulu.
- r+ : untuk membuka file yang sudah ada, dan operasi yang akan dilakukan berupa pembacaan serta penulisan.
- w+ : untuk membuka file dengan tujuan untuk pembacaan atau penulisan. Jika file sudah ada, isinya akan dihapus.
- a+ : untuk membuka file, dengan operasi yang dapat dilakukan berupa perekaman maupun pembacaan. Jika file sudah ada, isinya tak akan dihapus.
3.
Menulis data ke file :
Terdapat banyak fungsi untuk menulis
sebuah file salah satunya yaitu fungsi fprintf.
Contoh:
fprintf(data,"Harga
per-barang : Rp. %d\n", harga);
4.
Menutup File
Apabila
suatu file sudah tidak diproses lagi, maka file tersebut perlu ditutup. Hal
seperti ini sangat penting terutama jika melakukan pemrosesan file yang
jumlahnya lebih dari satu. Alasannya di antaranya adalah karena adanya
keterbatasan jumlah file yang dapat dibuka secara serentak. Untuk menutup file,
fungsi yang digunakan adalah fclose(), dengan bentuk deklarasi sebagai berikut
:
fclose(data);
Sekian materi dari operasi file, untuk program penggunaan operasi file akan saya update minggu depan jadi pantengin terus blognya ya guys.
Komentar
Posting Komentar